SURABAYA, 23 September 2026 – Jauh sebelum hingar bingar panggung raksasa, pekik riuh ribuan suara yang merapal repertoar mereka, dan ribuan orang-orang yang berduyun-duyun dari se-antero negeri menghadiri konser mereka, Superman Is Dead adalah sebuah band punk yang lahir dari sebuah gang sempit di sekitaran Kuta, Bali. Sebelum kemudian nama mereka dikenal sebagai salah satu legenda hidup punk rock tanah air, Superman Is Dead memiliki sebuah debut album, yang terbit tiga dekade lalu, dan nyaris dilupakan sejarah. Album itu, berjudul Case 15. 

Case 15, sebuah debut album berisi 14 nomor yang lahir dari keringat, distorsi, dan kemarahan pemuda berusia awal 20-an. Case 15 dapat dikatakan sebagai cetak biru musik Superman Is Dead hari ini. Album itu, menawarkan punk rock yang beroktan tinggi: cepat, disruptif, seraya sesekali groove unik berkelindan di sela-sela lagu. Setelah tiga dekade hampir terlupakan, kini Case 15 akan meniti takdirnya sekali lagi. 

Pada tanggal 30 September 2026 nanti, Case 15 dirilis kembali oleh Bojakrama Press, dalam dua format fisik analog, piringan hitam & kaset pita. Di balik sampul album, foto-foto memorabilia aksi-aksi awal penampilan Superman Is Dead, akan terpacak di dalamnya. Selain itu, suguhan audio yang raw dan kasar akan menyeruak tatkala kaset & vinyl mereka menyalak. Sebuah manifesto yang merekam kemurnian punk rock dan rekam jejak perjalanan panjang dari Superman Is Dead. 

Case 15 lahir berkalang keterbatasan. Berbekal profit dari hasil panggungan sebuah konser di Tabanan, Bali, pada tahun 1996, Superman Is Dead merekam album pertama mereka dengan pelbagai keterbatasannya. 14 lagu direkam hanya dalam dua shift studio. 

“Mixing & mastering pun juga dilakukan di hari yang sama. Itu adalah kali pertama kami merekam lagu di studio ‘beneran’, sebelumnya cuman di kamar saya aja, dengan drum ditutup selimut dan langsung direkam direct di tape compo jadul. But, that's punk rock!” kata Jerinx, drummer Superman Is Dead. 

“Waktu itu, saya belum tahu mana distorsi, mana flanger, dan efek-efek gitar lainnya. Baru belakangan saya sadar, bahwa saya memakai pedal flanger alih-alih distorsi saat rekaman itu. Jadi ya begitulah hasilnya. Sebuah tinggalan sejarah untuk masa muda,” Bobby Kool menambahkan. 


Mayoritas album Case 15 hanya diedarkan di sekitaran Bali saja, dan didistribusikan secara mandiri oleh masing-masing personil Superman Is Dead. Jerinx mengatakan, bahwa salah satu titik distribusi yang berperan penting saat itu adalah Twice Tape Shop, sebuah toko musik milik Jrx yang terletak tepat di seberang tugu Bom Bali. 


“Saya waktu itu yang bertugas buat duplikasi album ini. Saat itu cuman kami cetak sekitar 400 keping saja. Saya berangkat dari Bali ke Malang, dibantu personil band No Man’s Land & The Babies, buat duplikasi. Makanya, kenapa album ini sulit di dapat, karena peredaraannya hanya di Bali saja,” kenang Bobby. 


Sebab wilayah edar yang terbatas, memperoleh master Case 15 bukanlah perkara yang mudah. Bojakrama Press mengaku bahwa mereka sempat mendapatkan arsip dengan format DAT dari Kori, inisiator Independent Entertaiment, sebuah show organizer yang menggelar konser legendaris Superman Is Dead di Tabanan pada 1996 silam. Namun sayang, karena termakan usia, kaset tersebut gagal untuk dipindai. 


“Hingga kemudian kami mendapatkan kaset original, dari Rio Tantomo, seorang jurnalis musik yang kini tinggal di Bali. Beliau meminjamkan koleksinya kepada kami, untuk kemudian kami pindai, balancing, mixing ulang, dan mastering ulang agar audionya prima—setelah melalui beberapa kali percobaan,” tambah Reno Surya dari Bojakrama Press. 


Cerita-cerita banal seputar album Case 15 juga direkam dalam sebuah video dokumenter pendek bertajuk Awakening The Past: 30 Years of Case 15, yang ditangani oleh Dendy Ariza Putra & Reno Surya dari Bojakrama Press. Video yang mengulas seputar kisah-kisah tersembunyi di balik album Case 15 itu, akan dirilis pada 30 September 2026, bertepatan dengan masa pra pesan album Superman Is Dead - Case 15 mengudara.